Maret 2015 - bbb
Headlines News :

Jepang Ingin Investasi Aluminium di Sumut

Written By Unknown on Jumat, 06 Maret 2015 | 04.43

Medan - Jepang ingin meningkatkan hubungan kerjasama dengan Provinsi Sumatera Utara khususnya di bidang produksi aluminium dan manufaktur.

Hal itu terungkap saat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST MSi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki, Kamis Sore (5/3) di Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman No 41 Medan.  

Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki didampingi Konsul Jenderal Jepang di Medan, Mr Yuji Hamada, menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kerjasama kedua negara khususnya di Provinsi Sumut yang selama ini telah terbina dengan baik.

"Provinsi Sumut mempunyai potensi yang sangat besar karena terletak pada Selat Malaka, kami sangat ingin sekali meningkatkan hubungan kerja sama. Apalagi kemarin kami sudah berkunjung ke lokasi Asahan, disana saya sangat senang karena situasi sangat baik untuk memproduksi alumunium," kata Dubes Jepang saat pertemuan berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa hubungan kerjasama antara Indonesia dan Jepang sangat erat di berbagai bidang. Berdasarkan hubungan yang baik dan sudah terjalin sejak lama tersebut, kedua negara bisa melanjutkan kerjasama dengan lebih erat lagi. Jepang, katanya, sangat ingin melakukan investasi manufaktur yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

"Kita juga bertujuan untuk meningkatkan investasi di Sumut karena Jepang masih ada ruang untuk memperbesar investasi dan pada masa jabatan saya di Jakarta saya ingin berkontribusi untuk Jepang," ujarnya.

Menurutnya, mengapa Jepang sangat berminat sekali berinvestasi di Sumut, karena memang para investor Jepang mengatakan bahwa biaya produksi yang lebih murah di Sumut.

"Salah satu perusahan Jepang yang telah berinvestasi tahun lalu pada produk elektronik telah mengembangkan usahanya dan memperkerjakan sebanyak 7.500 pegawai. Semuanya pegawai orang Sumut dan mereka SDM yang handal. Di Sumut para pegawainya pada tingkat level tinggi," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi berterimakasih kepada Pemerintah Jepang atas kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan Indonesia, khususnya di Provinsi Sumut.

Terkait dengan upaya peningkatan kerjasama kedua negara khususnya di Provinsi Sumut, Gubsu menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, memang sudah sepantasnya Indonesia dan Jepang terus mempererat dan meningkatkan kerjasama yang memang sudah berlangsung sejak lama. "Saya mengundang untuk berinvestasi. Banyak yang bisa ditingkatkan baik itu infrastruktur dan lainya," ujar Gubsu.

Gubsu juga menceritakan bahwa dirinya baru saja pulang dari Jakarta dalam hal mempresentasikan di depan BIN tekait kesiapan Sumut dalam rangka menyongsong Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Internasional wilayah Barat Indonesia. Pelabuhan Kuala Tanjung juga terhubung dengan pusat pertumbuhan ekonomi baik itu dengan kawasan Medan, Binjai, Deliserdan dan Karo (Mebidangro) Kawasan Danau Toba dan Sei Mangkei dan dibidang Industri lainnya.

"Jadi posisi Sumut sangat sentra letaknya di Indonesia maka perlu adanya Infrastruktur," ujarnya. 




Jemy

Leo Nababan : Anak Medan Punya Tata Krama

Medan - Leo Nababan Ketua DPP Partai Golkar menyatakan Anak Medan harus punya tata keramah. Hal ini disampaikannya, Jumat (6/3) saat dimintai keterangan perihal tudingan bahwa ia diminta jangan merusak persaudaraan Golkar Sumut.

‎"Saya merupakan anak medan yang mengetahui tata keramah apa lagi saya adalah orang batak," katanya.
Leo Nababan juga menyangkal ada niat untuk memecah belah persatuan Golkar Sumut, seperti yang dilontarkan Ketua DPD Golkar Sumut, Ajib Shah. 

Leo menyatakan, ia hanya ingin menegakkan garis partai hasil Munas Ancol yang memilih Agung laksono ketua DPP Golkar yang sah sehingga semua kader partai harus mendukung garis partai golkar yang dilaksanakan di Munas Ancol.

Leo juga menyebutkan DPP Golkar akan merangkul seluruh kader Partai Golkar termasuk kader pendukung ARB artinya Ajib Sah berserta lainnya juga akan ikut kita rangkul.

"Kalau Ajib masih dipercaya oleh seluruh kader Golkar Sumut untuk memimpin maka kami akan mendukung tidak mungkin saya langsung menunjuk Ajib Sah sebagai Ketua kan ada aturan Partai," jelasnya, mengakhiri perbincangan tersebut.

Sebelumnya diketahui Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ajib Shah ‎sempat melontarkan nada panas pada Leo Nababan untuk tidak berkomentar terlalu banyak, termasuk soal keterangan bakal melakukan PAW kepada kader Golkar di kab/kota di Sumut.
"Jadi saudara Leo Nababan dan kawan-kawan, yang belum berkontribusi besar dan berbuat banyak terhadap Golkar Sumut berkomentar terlalu banyak. Jangan undang keributan di Sumut, jangan usik ketenanganan di kab/kota. Kalau dia mau usik berhadapan dengan kami langsung. Kita orang dewasa. Oleh karenanya besok kami akan kontak beliau langsung. Ngomong. Kalau ngomong sama kita langsung jangan gertak kab/kota," ujar Ajib Kamis (5/3).
Ajib yang didampingi Sekretaris Partai Golkar ‎Sumut Yasir Ridho Lubis dan Bendahara Partai Golkar ‎Sumut Jimmy Ong, saat menggelar konfrensi pers di Kantor DPD Golkar Sumut Jalan Wahid Hasyim Medan, juga dengan tegas mengaku akan berada di garda paling terdepan mengamankan Golkar di Sumut agar tidak pecah akibat ulah segelintir oknum yang katanya lebih cinta jabatan di partai.‎
Jemy

Tim Seleksi Calon Direksi PDAM Tirtanadi Serahkan 9 Nama pada Gubsu

Medan - Tim seleksi calon direksi PDAM Tirtanadi, dikabarkan telah menyerahkan 9 nama calon direksi ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujonugroho, Kamis (5/3) kemarin. 

‎Hal ini dibenarkan Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Taufan Damanik, Jumat (6/3) yang dimintai keterangan akan hal itu. 

Taufan menyatakan, beberapa nama yang dipilih tim seleksi berasal dari luar PDAM Tirtanadi.‎ "Yang berasal dari luar Tirtanadi dipilih karena memang excellent. Yang dari dalam Tirtanadi ternyata tidak semuanya memenuhi kualifikasi," katanya.

Menurut Taufan, sembilan calon ini dinyatakan layak menjadi direksi PDAM Tirtanadi karena dianggap berhasil melewati tiga tahap tes yang dibuat oleh timsel.
"Pertama, para calon mengikuti ujian tertulis yang disiapkan oleh masing-masing anggota tim. Kemudian para calon menjalani wawancara tatap muka dengan masing-masing anggota. Yang terakhir dilakukan wawancara panel, yaitu satu orang calon diwawancara secara serempak oleh timsel," katanya.
Empat direksi baru diharapkan sudah dilantik sehari setelah masa jabatan direksi periode ini habis, yaitu 10 Maret.
 ‎
Sembilan calon yang tidak diloloskan tim seleksi antara lain, katanya, tidak punya rencana bisnis yang inovatif dan mampu menjawab tuntutan perkembangan Tirtanadi, kurang punya kapasitas pembinaan atau pemahaman tentang good governance.

Sembilan nama yang disorongkan adalah Abdi Sucipto (PD Tirta Siak), Arif Haryadian (Kepala Divisi Perencanaan PDAM Tirtanadi), Delviyandri (Kadiv Peralataan Teknik PDAM Tirtanadi), Heri Batanghari (Kadiv Produksi PDAM Tirtanadi ), Jhon Pariaman Saragih (mantan Dirut Tirtalihou), Sutedi Raharjo (Kacab Medan Kota PDAM Tirtanad ), Tamsil Lubis (Direktur Perencanaan dan Produksi PDAM Tirtanadi), Zainal Abidin (Kadiv Litbang PDAM Tirtanadi), dan Zulkifli Lubis (Kadiv Zona 1 PDAM Tirtanadi

Diketahui, Tim yang menyeleksi 9 nama calon direksi ini yakni ‎ Prof Irmawati Soeprapto, tim yang telah bekerja sejak awal Februari lalu terdiri dari Prof Johannes Tarigan (Fakultas Teknik, Teknik Sipil), Ir Seri Maulina Msi (Fakultas Teknik, Teknik Kimia), Dr Mahmul Siregar (Fakultas Hukum), dan Wahyu Aryo Pratomo SE ME (Fakultas Ekonomi).‎‎ 




Jemy

Edie Rizliyanto & Didi Duharsa Terpilih Sebagai Direksi Bank Sumut

Medan - Kekosongan panjang di direksi Bank Sumut akhirnya telah terisi. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPL-LB) PT. Bank Sumut menetapkan Edie Rizliyanto sebagai Direktur Utama (Dirut) dan Didi Duharsa sebagai Direktur Operasional (Dir Ops) Bank Sumut  untuk masa bhakti 2015-2019.

RUPS-LB Jumat (6/3) di Kantor Pusat PT. Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan itu dihadiri oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang juga Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, sejumlah kepala daerah Pemkab/Pemko di Sumatera Utara selaku pemegang saham lainnya, serta jajaran anggota Dewan Komisaris Bank Sumut.

Kedua Direksi ditetapkan oleh RUPS-LB setelah lebih dahulu melalui proses seleksi yang panjang mulai dari tahap penjaringan dan seleksi calon-calon direksi oleh Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR) PT. Bank Sumut dan selanjutnya calon Direksi yang telah lulus seleksi oleh KNR, yakni Edie Rizliyanto sebagai kandidat Direktur Utama dan Didi Duharsa sebagai kandidat Direktur Operasional diteruskan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalani proses fit and proper test. Keduanya berhasil lulus fit and proper test yang dilakukan oleh OJK dan direkomendasikan sebagai calon Dirut dan Dirops melalui RPUPS-LB PT. Bank Sumut. 

Edie Rizliyanto adalah salah seorang bankir berpengalaman yang berasal dari Bank Mandiri. Pada Januari 2014, melalui keputusan RUPS Bank Sumut, Edie Rizliyanto mendapat kepercayaan untuk memegang jabatan sebagai Direktur Bisnis dan Syariah PT. Bank Sumut. Sedangkan Didi Duharsa sebelumnya adalah Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) dan pernah menjabat sebagai Pemimpin Divisi Unit Usaha Syariah Bank Sumut. Dia telah merintis karirnya di Bank Sumut sejak tahun 1980.

Dengan terpilihnya kedua Direksi baru tersebut, anggota jajaran Direksi saat ini berjumlah 4 orang, yakni Dirut Edie Rizliyanto, Direktur Operasional Didi Duharsa, Direktur Pemasaran Ester Junita Ginting dan Direktur Kepatuhan Yulianto Maris. Sedangkan kekosongan posisi Direktur Bisnis dan Syariah yang sebelumnya diduduki oleh Edie Rizliyanto akan segera diisi melalui proses penjaringan calon direksi berikutnya.

Direktur Utama terpilih Edie Rizliyanto menyampaikan termakasih atas amanah yang diberikan pemegang saham kepadanya untuk menakhodai Bank Sumut empat tahun ke depan.

“Tugas ke depan tidaklah ringan, karena saat ini dunia perbankan termasuk Bank Sumut mulai memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN Tahun 2015 di mana persaingan di dunia perbankan akan semakin ketat terutama dalam menghadapi penetrasi bank-bank asing. Tanggung jawab kami tentunya adalah mengantarkan Bank Sumut untuk lebih berdaya saing dan kelak mampu menjadi bank regional champion di Sumatera Utara,” ujar Edie Rizliyanto didampingi Direktur Operasional yang baru Didi Duharsa.

Edie mengakui, pekerjaan rumah dan tantangan terberat ke depan adalah menekan rasio NPL (non permormance loan) Bank Sumut. “Pada tahun 2015, kita menargetkan penurunan NPL pada kisaran rasio 3,02%, sehingga berada di bawah bench mark yang ditetapkan Bank Indonesia yakni di bawah 5%,” katanya.

Edie juga memaparkan dalam memimpin Bank Sumut kedepan, dirinya memiliki 8 program aksi strategis dalam rencana kerja Bank Sumut. “Kedepan kita akan memfokuskan kepada penguatan praktek GCG di setiap unit kerja, meningkatkan kompetensi SDM, Restruktur di Core Banking system, implementasi Credit Risk Management, penyelesaian NPL bermasalah, penambahan produk dan fitur layanan untuk meningkatkan kepuasan nasabah, penguatan permodalan serta perluasan dan pengembangan layanan Bank Sumut Syariah,” ujar Edie.

Dia optimis Bank Sumut memiliki prospek untuk terus mengalami trend pertumbuhan positif karena masih tingginya kepercayaan nasabah terhadap Bank Sumut, terutama dengan adanya indikasi peningkatan pertumbuhan dana yang signifikan pada Tahun 2014. Sebagai contoh, Edie menyebutkan, pada tahun 2014, total Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sumut secara overall mengalami pertumbuhan sebesar 18,79%, yakni dari Rp 15.943 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp18.939 triliun pada tahun 2014. Dengan kinerja pertumbuhan dana yang signifikan pada tahun 2014, Bank Sumut baru-baru ini dianugerahi penghargaan Top Brand Award 2015 dari Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing untuk aspek saving account.

“Ini merupakan indikasi masih tingginya trust (kepercayaan) nasabah kepada Bank Sumut. Bisnis bank adalah bisnis trust. Memelihara kepercayaan nasabah tentunya merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk meningkatkan kinerja dan reputasi Bank Sumut,” tandasnya seraya menyebutkan saat ini Bank Sumut memiliki total aset Rp23 triliun. 



Jemy

Pemprovsu Gandeng Bulog Beli Hasil Panen Petani di Batubara

Written By Unknown on Senin, 02 Maret 2015 | 09.04

Medan - Mengatasi anjloknya harga cabai di kabupaten Batubara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ‎bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Medan, akan membeli hasil panen para petani di Kabupaten Batubara, saat panen raya dilakukan.


Kepala Biro Perekonomian Pemprovsu, Bondaharo Siregar yang dimintai keterangan, Senin (‎2/3) perihal anjloknya harga cabai ini mengatakan, upaya pembelian hasil panen nantinya merupakan solusi untuk membantu para petani.

‎Menurut Bondaharo hal itu merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho sebagai bentuk kepedulian terhadap petani Sumut. "Ini merupakan kepedulian kita terhadap petani, karena harga cabai yang murah di pasaran. Petani kita resah karena harga cabai anjlok. Untuk itu kita (Biro Perekonomian), menindaklanjuti arahan Gubsu tersebut," katanya.

Dijelaskan Bondaharo pihaknya akan membeli dari petani sebesar
Rp12 ribu/kilogram. Namun Bondaharo tak mengetahui pasti berapa banyak yang dibeli pihaknya dan Bulog kepada kelompok tani di sana. Bondaharo menambahkan, Bulog bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menjadi leading sektor untuk mengambil alih kegiatan dimaksud. 

Dari hari tinjauan ke Batubara, menurut Bondaharo, pihaknya bersama Bulog Divre Medan pada pekan lalu mengunjungi panen raya kelompok tani di Kabupaten Batubara. Dari tempat itu diketahui bahwa harga cabai merah dijual dengan harga Rp6.000 per kilogram. 

"Petani di sana mengakui bahwa harga tersebut sangat murah. Jadi kita berfikir kalau dengan harga jual segitu, masyarakat di sana tentu kesusahan dari sisi ekonomi. Jadi setelah dibeli dari sana (Batubara), kita bawa ke Medan untuk dipasarkan. Disamping itu kita juga himbau agar bupati dan wali kota setempat juga tanggap dengan kondisi ini," harapnya.

Terpisah, Humas Bulog Divre Medan Rudi Adlin mengatakan, sejak pemerintahan baru ini, selain beras, ada 6 (enam) komoditi lain yang menjadi kewenangan pihaknya. "Ada 7 komoditi yang kita kelola sejak pemerintahan baru ini. Yaitu beras, gula, cabai merah, bawang merah, jagung, kedelai dan daging," sebut Rudi.

Menurut Rudi, tujuan kegiatan tersebut untuk membantu masyarakat setempat, khususnya kelompok tani terhadap nilai jual cabai merah yang belakangan anjlok. Dia mengatakan, kegiatan itu sudah berlangsung sejak 25 Februari kemarin, saat panen raya di Kabupaten Batubara. 

"Tujuannya hanya ingin membantu masyarakat, terutama para petani kita. Karena selama ini Bulog hanya menangani beras saja. Meski inisiatif datang dari kita, namun kita berkoordinasi dengan pemerintah setempat seperti provinsi dan kabupaten/kota," kata Rudi.

Saat ini sebut Rudi, baru tiga komoditi yang ditangani Bulog. Antara lain beras, cabai merh dan jagung. Namun untuk jenis komuditi jagung belum seutuhnya berjalan. Rudi mengungkapkan, adapun sistem pendistribusian dilakukan secara mobile. Artinya menjual langsung ke para konsumen. "Jadi sistemnya itu mobile. Kita bekerjasama dengan Pemko Medan untuk menyediakan lapak menjual cabai merah ini, sampai ke kelurahan-kelurahan," jelasnya.

Dia menambahkan, selama hasil panen kelompok tani masih ada, pihaknya akan membeli hasil produksi tersebut. "Sekarang ini baru masuk 20 ton. Ke depan dengan aktivitas seperti ini, kita berharap harga cabai merah dapat normal kembali. Hari ini (Senin, Red) kita mulai pendistribusiannya. Seperti tadi ada kita distribusi ke Jakarta sebanyak 5 ton via kapal laut," pungkasnya.

Di halaman Kantor Gubsu sendiri, menjadi salah satu tempat dijualnya komoditi cabai merah dan beras yang dibawa dari Kabupaten Batubara. Untuk harga cabai dijual Rp12.000 per kilogram. Sedangkan untuk beras ukuran 10 kilogram, ada tiga jenis beras. Seperti merah poci (Rp105 ribu), ulos (Rp98 ribu) dan super bulogmart (Rp97 ribu). 

"Ini rata-rata beras premium yang biasa dikonsumsi untuk kalangan menengah ke atas. Namun harganya lebih murah dari harga di pasaran," ujar salah seorang pegawai Bulog Divre Medan saat ditemui wartawan di Kantor Gubsu. Ia mengakui mayoritas pembeli di hari pertama itu adalah kalangan PNS di Kantor Gubsu, sejak mereka menjajakkan dagangan dari Senin pagi. 

"Kurang lebih sudah 80 kilo yang laku kita jual dari 200 kilo barang yang dibawa. Barang-barang ini juga kita kirim antar daerah tidak hanya di Sumut, juga DKI Jakarta," pungkasnya.



Jemy
 
Support : Blogger Themes Gallery

Copyright © 2015. bbb - All Rights Reserved
Template Created by My Blogger Templates Published by Free Blogger Templates

Proudly powered by Blogger