‎WIKA CSK Akui Keterlambatan Pengerjaan Proyek IPA PDAM Tirtanadi - bbb
Headlines News :
Home » » ‎WIKA CSK Akui Keterlambatan Pengerjaan Proyek IPA PDAM Tirtanadi

‎WIKA CSK Akui Keterlambatan Pengerjaan Proyek IPA PDAM Tirtanadi

Written By Unknown on Selasa, 24 Februari 2015 | 05.45

Medan - ‎Pekerjaan pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal‎, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, diakui PT WIKA CSK terlambat penyelesaianya, dari kontrak kerja yang seharusnya selesai pada bulan Maret 2015 ini. ‎

Adi Utama Manager proyek PT. Wika CSK‎, Selasa (24/2) di Pengembangan IPA Sunggal mengakui keterlambatan pengerjaan proyek tersebut karena faktor alam yang telah merubah konstruksi pengerjaan Reservoir yang dikerjakan.

‎"Sesuai kontrak mustinya sebelum Maret, atau15 hari lagi, pengerjaan itu harus selesai. Namun, juga berdasarkan yang tertulis di kontrak, bila kesalahan itu bukanlah dari teknis kita sendiri, melainkan alam, kita dapat mengajukan permohonan pengunduran jadwal untuk segera menyelesaikan pengerjaan ini," ucap Adi Utama.

Adi menjelaskan, berdasarkan kendala tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan undur 3 bulan kedepan untuk segera menyelesaikan proyek IPA tersebut.

"Sesuai dengan proposalnya yang telah kami ajukan, kami meminta akhir Juli diberi waktu. Penyebab ada beberapa hal. Kita unutk menyelesaikan clarifair 1, karena harus menunggu clarifair 6 beroperasi. Kami meminta penambahan waktu 3 bulan," katanya.

Adi juga menjelaskan, bila pengerjaan 3 bulan nantinya yang diberikan juga tidak selesai, pihak siap dikenakan denda finalti atas keterlambatan tersebut.

‎"Sesuai dengan dokumen kontrak, apabila ada keterlambatan penyebabnya dari kita ada konsekuensi, bila 3 bulan selanjutnya maka kami akan menerima denda itu. Itu juga salah satu alasan rusaknya reselvoir kita meminta perpanjangan waktu," katanya.

‎Sementara itu, Plt Dirut PDAM Tirtanadi, Mangindang Ritonga mengatakan, proyek IPA Sunggal akan dapat menghasilkan 650  liter perdetik dan IPA Martubung 200 liter per detik. Proyek ini diharapkan dapat menutupi krisis air yang terjadi selama ini di beberapa wilayah pelayanan.

Saat ini pelanggan yang bergantung dengan PDAM Tirtanadi di wilayah operasional Medan dan sekitarnya berjumlah 416 ribu lebih. Beberapa lokasi yang mengalami krisis air saat ini adalah Cabang HM. Yamin, Cabang Sei Agul, Cabang Diski, Cabang Belawan Kota, Cabang Denai dan Cabang Padang Bulan.

Untuk mengurangi krisis air, PDAM Tirtanadi membangun beberapa WTP (Water Terminal Plan) Mini dan Sumur Bor. “Langkah tersebut sedikit membantu, tapi masih kurang maksimal karena butuh biaya produksi lumayan besar,” ujar Mangindang Ritonga.

Untuk itu, pekerjaan penambahan dan pengembangan IPA dan jaringan pipa transmisi Sunggal dan Martubung yang dikerjakan PT WIKA – CSK dan KSO diyakini dapat mengurangi keluhan pelanggan tersebut.

Pengerjaan proyek meliputi pembangunan Reservoir kapasitas 9000 m3 terintegrasi dengan ruang pompa, dan perpompaan distribusi. Pekerjaan pembangunan Rumah RWP dengan perpompaan air baku, pekerjaan pembangunan Clarifier-VI kapasitas 500 liter/detik (koagulator, flokulator, sedimentasi dan filtrasi), pekerjaan pembangunan Rumah Genset (Power House).

Penambahan bangunan eksisting di Sunggal, dan catu daya listrik dari PLN. Pekerjaan pemasangan pipa transmisi Steel ND 600 mm dari header pompa transmisi Reservoir Sunggal ke arah Jalan Setia Budi termasuk interkoneksi dengan perpipaan transmisi eksisting, dan pemasangan pipa transimisi Steel ND 600 mm dari header pompa transmisi Reservoir Sunggal ke arah Jalan Darussalam termasuk interkoneksi dengan perpipaan transmisi eksisting.

Anggaran proyek bersumber dari  penyertaan modal Pemprov Sumut sebesar Rp200 milliar dan dana kas PDAM Tirtanadi sebesar Rp34 milliar.

Disinggung mengenai proyek IPA kini tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu),  adanya dugaan korupsi dalam proyek tersebut, Mangindang Ritonga menyatakan, ia juga tidak mengerti dengan dugaan korupsi tersebut pada proyek IPA ini.  Mangindang menyatakan, seharusnya pihak yang menyatakan proyek IPA ini bermasalah harus melihat secara detail bagaimana intinya teknis permasalahan yang ada.

‎"Saya juga tidak mengerti dengan dugaan korupsi itu. Kontraktor juga belum menyerahkan hasil usai kerja kontrak tersebut. Kalau dikatakan korupsi, kontraktor sudah menyerahkan hasil pada kita, silahkan diperiksa," katanya.

Dari hasil pantauan wartawan langsung di lapangan, proyek pengembangan IPA Sunggal sudah rampung 70 persen lebih yakni bangunan Raw Water Pump (RWP) dan perpompaan air baku, ruang power house dan genset, Clarifier VI (kogulator, flokulator, sedimentasi dan filtrasi) dan perpipaan di lokasi IPA serta beberapa instrument pendukung.

"Yang jadi kendala adalah belum terealisasinya penambahan daya dari PLN. Kami sudah mengajukan penambahan daya ke PLN, tapi hingga saat ini belum dipenuhi. Terpaksa kita mengandalkan genset,” ujar pimpinan Proyek (Pimpro) penambahan dan pengembangan IPA Sunggal dan jaringan pipa transmisi, Ir.M. Suhairi, MM didampingi
Abdul Hakim Hasibuan selaku Asisten Operasional.

Dalam pemaparannya Suhairi menjelaskan, kontrak pengerjaan dengan No SPPBJ 077/P3A/V/2013‎ dengan pagu anggaran Rp176 miliar pada 6 Mei 2013, terdapat berbagai pengerjaan terintegrasi yakni perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan‎, diantaranya pekerjaan pembangunan resorver 3 kapasitas m3 terintegrasi dengan ruang pompa dan expo mapan distribusi. Pekerjaan. Pembangunan rumah RWP dengan perlombaan air baku
Pembangunan clarifer VI kapasitas 500 liter/detik. Pekerjaan pembangunan rumah genset. Penambahan bangunan existing di sunggal dan Pekerjaan pemasangan pipa transmisi.

Pekerjaan belum selesai ‎dikerjakan yakni, Pekerjaan rehabilitasi clarifeir 1 dan meningkatkan kapasitas dari 350 liter/detik menjadi 500 liter/detik.
Kerjaan yang belum dikerjakan penyambung pipa yang baru dengan yang lama.

Sebelumnya Kepala Divisi Public Relations PDAM Tirtanadi, Ir. Amrun didampingi Kabid. Publikasi dan Komunikasi, Jumirin dan Assisten I PR Zaman K. Mendrofa menjelaskan bahwa keterlambatan pengerjaan pembangunan IPA Martubung yang akan berakhir 3 April 2015 disebabkan karena perizinan yang terkait dengan proyek tersebut lama keluarnya.

“Permohonan izin air permukaan untuk IPA Martubung dari Tirtanadi ke BWSS II diajukan pada 24 Maret 2014 dan baru keluar pada 24 September 2014. Selain itu, izin IMB untuk intake Martubung diajukan pada Juni 2014 dan izin baru keluar keluar pada 9 Januari 2015, sedangkan izin untuk bangunan reservoir hingga saat ini belum keluar. ”jadi tidak benar kalo kemudian kami diberitakan di koran bahwa PDAM Tirtanadi membohongi DPR SU, nyatanya memang izin IMB Intake nya baru keluar 9 Februari 2015," tegasnya.


Jemy‎
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Blogger Themes Gallery

Copyright © 2015. bbb - All Rights Reserved
Template Created by My Blogger Templates Published by Free Blogger Templates

Proudly powered by Blogger