Medan - Sejumlah kebijakan pembangunan insfrastruktur pemerintah memang sangat ampuh mendongkrak saham-saham konstruksi seperti PTPP, WIKA, ADHI, WSKT maupun WTON. Namun disisi lain ada sentimen negatif yang bisa menekan kinerja saham di bursa terkait dengan kebijakan Jokowi sejauh ini.
"Jokowi cenderung mengejar wajib pajak khususnya dengan skala industri yang sangat besar guna menopang anggaran untuk pembangunan. Wacana pemerintahan Jokowi yang akan menaikkan pajak industri pelayaran sempat membuat saham sektor pelayaran mengalami Shock," ucap Gunawan Benjamin, Selasa (10/2/2105).
Bahkan, lanjut Gunawan sejumlah saham pelayaran tersebut masih susah bangkit hingga hari ini. Seperti hargas aham Logindo Samudramakmur (LEAD) yang saat ini terpuruk dari kisaran 2.500 perlembar menjadi 1800 per lembar saat ini. Hal serupa dengan harga saham TRAM (Trada Maritim) yang anjlok dari kisaran 300 per lembar menjadi 115 per lembar. Dan nasib serupa juga dialami oleh SOCI (Soechi lines) yang masih berjibaku dikisaran 620 per lembar.
Sebelumnya kebijakan Jokowi yang menurunkan harga semen juga sempat menekan kinerja harga semen BUMN dan saham semen lainnya. Intervensi pemerintah tersebut memang disisi lain mendongkrak kinerja harga saham sektor konstruksi.
"Kedepan, arahan agar suku bunga diturunkan juga tengah dicermati oleh para pelaku pasar. Maklum kebijakan tersebut memiliki dua mata pisau. Satu sisi akan membuat penyaluran kredit menjadi lebih baik, disisi lain bisa menekan laba perusahaan jika DPK (dana pihak ketiga) porsinya cukup besar dengan tingkat bunga yang masih tinggi," katanya.
Secara keseluruhan kebijakan-kebijakan Jokowi memang dinilai sangat pro-pertumbuhan. Namun, manuver yang dilakukan membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dengan kebijakan Jokowi tersebut. Sejauh ini pemerintah cenderung mengatur pasar dari hanya sekedar menjadi regulasi semata.
Jemy
"Jokowi cenderung mengejar wajib pajak khususnya dengan skala industri yang sangat besar guna menopang anggaran untuk pembangunan. Wacana pemerintahan Jokowi yang akan menaikkan pajak industri pelayaran sempat membuat saham sektor pelayaran mengalami Shock," ucap Gunawan Benjamin, Selasa (10/2/2105).
Bahkan, lanjut Gunawan sejumlah saham pelayaran tersebut masih susah bangkit hingga hari ini. Seperti hargas aham Logindo Samudramakmur (LEAD) yang saat ini terpuruk dari kisaran 2.500 perlembar menjadi 1800 per lembar saat ini. Hal serupa dengan harga saham TRAM (Trada Maritim) yang anjlok dari kisaran 300 per lembar menjadi 115 per lembar. Dan nasib serupa juga dialami oleh SOCI (Soechi lines) yang masih berjibaku dikisaran 620 per lembar.
Sebelumnya kebijakan Jokowi yang menurunkan harga semen juga sempat menekan kinerja harga semen BUMN dan saham semen lainnya. Intervensi pemerintah tersebut memang disisi lain mendongkrak kinerja harga saham sektor konstruksi.
"Kedepan, arahan agar suku bunga diturunkan juga tengah dicermati oleh para pelaku pasar. Maklum kebijakan tersebut memiliki dua mata pisau. Satu sisi akan membuat penyaluran kredit menjadi lebih baik, disisi lain bisa menekan laba perusahaan jika DPK (dana pihak ketiga) porsinya cukup besar dengan tingkat bunga yang masih tinggi," katanya.
Secara keseluruhan kebijakan-kebijakan Jokowi memang dinilai sangat pro-pertumbuhan. Namun, manuver yang dilakukan membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dengan kebijakan Jokowi tersebut. Sejauh ini pemerintah cenderung mengatur pasar dari hanya sekedar menjadi regulasi semata.
Jemy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar