Medan - Pengamat Pemerintahan, Dadang Dermawan menilai pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Hasban Ritonga, kemarin sangat rancu dan diduga ada kepentingan politik dibalik pelantikan tersebut.
Hal ini terkait, kasus perkara hukum, dugaan pengalihan lahan Sirkuit Jalan Pancing Medan yang menjerat Sekda Hasban Ritonga.
Dosen Administrasi Negara di Universitas Sumatera Utara (USU) ini mengatakan, Kamis (15/1/2015), ada hal yang tidak diperhatikan dalam pelantikan Hasban Ritonga, yakni dalam kajian Ilmu Administrasi Negara dalam hal, Etika Administrasi Negara, yang seharusnya Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mempertimbangkan hal itu, dan kemudian mengajukan usulan pada Kementrian Dalam Negri (Kemendagri) lalu ke Presiden.
"Ada prosuder, dalam pemilihan Sekda ini, yaitu pit and properties yang sebelumnya dilakukan. Gubernur seharusnya mengkaji dahulu sebelum mengusulkan, Kemendagri juga mengkaji kembali dari berbagai unsur dan kemudian dipilih oleh presiden.
Tapi yang terjadi kan lain. Wajar saja, opini masyarakat, bila ada kepentingan politik dalam hal ini," ucap Dadang Dermawan. Jemy
Hal ini terkait, kasus perkara hukum, dugaan pengalihan lahan Sirkuit Jalan Pancing Medan yang menjerat Sekda Hasban Ritonga.
Dosen Administrasi Negara di Universitas Sumatera Utara (USU) ini mengatakan, Kamis (15/1/2015), ada hal yang tidak diperhatikan dalam pelantikan Hasban Ritonga, yakni dalam kajian Ilmu Administrasi Negara dalam hal, Etika Administrasi Negara, yang seharusnya Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mempertimbangkan hal itu, dan kemudian mengajukan usulan pada Kementrian Dalam Negri (Kemendagri) lalu ke Presiden.
"Ada prosuder, dalam pemilihan Sekda ini, yaitu pit and properties yang sebelumnya dilakukan. Gubernur seharusnya mengkaji dahulu sebelum mengusulkan, Kemendagri juga mengkaji kembali dari berbagai unsur dan kemudian dipilih oleh presiden.
Tapi yang terjadi kan lain. Wajar saja, opini masyarakat, bila ada kepentingan politik dalam hal ini," ucap Dadang Dermawan. Jemy


Tidak ada komentar:
Posting Komentar