Serdangbedagai - Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) diminta untuk tanggap, dalam mengatasi musibah banjir kiriman yang sering terjadi akibat meluapnya Sungai Sibarau di Kecamatan Sipis pis dan Dolok Masihul. Sebab, setiap tahun warga yang tinggal di pinggir Sungai Sibarau di dua Kecamatan tersebut, harus merasakan banjir kiriman dari Kabupaten Simalungun. Hal ini dikemukakan Ramli (47), Kepala Dusun III Kampung Kambing, Desa Simalas Kecamatan Sipis pis kepada wartawan, kamis (15/1/2015) dirumahnya pasca banjir yang melanda kampungnya kemarin. Dikatakan Ramli, banjir yang melanda kampungnya kemarin Rabu (14/1/2015), disebabkan jebolnya tanggul yang ada di Sungai Sibarok, sepanjang 12 meter, sehingga luapan air dari Sungai Sibarau, yang mempunyai hulu di Kabupaten Simalingun, mengalir deras kepemukiman warga dan menyebabkan banjir, sedalam setengah meter hingga sampai 1 meter. Untuk itu, Ramli berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten, untuk mengatasi jebolnya tanggul yang ada di Sungai Sibarok, sehingga kedepannya warga daerah aliran sungai, tidak mengalami banjir lagi. “kami berharap Pemkab Sergai mendengar keluhan warga sini, sebab bila tidak diperbaiki warga disini khawatir adanya banjir susulan yang lebih besar lagi,” ungkapnya. Beda yang disampaikan Boniran (70) Ketua BPD Desa Bantan Kecamatan Dolok Masihul, bahwa banjir yang terjadi kemarin sudah hal yang biasa dialami warga. Sebab setiap tahunnya, bila daerah atas (Kabupaten Simalungun-Red) terjadi hujan maka airnya mengalir di Sungai Sibarok dan menyebabkan air sungai meluap dan pasti akan terjadi banjir di daerahnya. Namun, yang harus menjadi perhatian Pemerintah menurut Boniran, Pemkab Sergai harus meninjau lokasi bendungan yang ada di Desa Pertapaan, Kecamatan Tebing Tinggi, akibat bendungan itu banjir yang terjadi di Desanya menjadi bertahan lama. Dikatakan Boniran, sekitar 10 tahun lalu, banjir hanya numpang lewat saja, tapi saat ini setelah adanya bendungan tersebut air tertahan lama di areal pertanian warga, sehingga membuat tanaman warga seperti ubi kayu, sawit hingga tanaman palawija menjadi mati. “Dulu sebelum adanya bendungan itu, banjir kiriman yang terjadi tidak bertahan lama, sehingga tidak merusak tanaman warga didaerah sini,” katanya. Sementara itu, Kadis PSDA Sergai Prihatinah Sagala, saat dikonfirmasi terkait masalah keluhan warga akibat banjir yang melanda, di dua Kecamatan mengatakan, bahwa pihaknya saat ini akan berusaha untuk menanggapinya dan mencari solusi yang terbaik. Dikatakan Prihatinah, untuk masalah tanggul yang jebol di Desa Simalas, sudah ditinjau kelokasi dan akan kita kirim secepatnya alat berat, namun kendalanya pihak kita belum dapat mobil trailer untuk mengangkat alat kedaerah tersebut. Sementara itu, mengenai keluhan warga yang di Desa Bantan pihaknya secepat mungkin akan berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWWS II) Sumut, sebab masalah itu adalah kewenangan dari Pihak Provsu. “Mudahan mudahan keluhan dari masyarakat akan secepatnya kita atasi” pungkasnya. Budi Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar