Medan - Dadang Darmawan, Dosen Administrasi Negara di Universitas Sumatera Utara (USU) menjelaskan, seharusnya, setiap aparatur pemerintahan memahami etika bernegara, yakni mempunyai rasa 'malu'. Dalam administrasi negara, menurut Dadang pengertian etika dalam hal ini yakni malu. Pernyataan ini dilontarkan Dadang,Kamis (15/1/2015), menanggapi pelantikan Hasban Ritonga Sekda Pemprovsu yang terjerat perkara hukum, peralihan lahan Sirkuit Jalan Pancing Medan. "Tidaklah pantas dalam etika, pejabat atau pemimpin yang terjerat perkara hukum, mengemban amanah pimpinan. Inikan di luar etika. Kalau faham akan hal itu, tentunya mundur saja, atau tidak menerima penunjukan jabatan itu sebelumnya. Disinggung mengenai prosedur hukum, yang mengedepankan praduga tak bersalah. Dadang membenarkan hal itu. Pun begitu, Dadang menyatakan, bahwa dalam kajian administarasi negara, bahwa etika menyatakan hal itu sudah bersalah. "Memang benar, seorang terdakwa maupun tersangka belum tentu bersalah, sebelum ada putusan incrah di pengadilan. Tapikan saya, berbicara administrasi negara. Etika dalam hal ini, menyatakan itu salah," katanya. Jemy
Aparatur Pemerintahan Harus Mempunyai Rasa Malu
Written By Unknown on Kamis, 15 Januari 2015 | 08.05
Label:
Dia Bicara,
gallery

Tidak ada komentar:
Posting Komentar