| Harga BBM turun SPBU sepi |
Hari kedua turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah ternyata berdampak pada pasokan di tiap SPBU terutama di kota Medan dan sekitarnya.
Penurunan harga BBM jenis premium dan solar sempat berimbas pada kelangkaan BBM di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pantauan ISTANANEWS dibeberapa pom bensin nyaris kehabisan stok BBM pada Selasa (20/1). Misalnya daerah Gaperta, Menteng maupun Padangbulan, terlihat banyak warga yang mengantri. Dan ada juga yang kosong premium mulai pukul 09.00 WIB. Sehingga warga harus mencari lagi SPBU mana yang masih ada stok BBM.
Menurut Nova salah seorang mahasiswa di kota Medan yang sudah 25 menit mengantri di SPBU daerah Gaperta mengatakan sudah dua hari gadis berjilbab ini susah mendapatkan bbm.
"Ini yang kedua kalinya saya ngantri setelah diumumkannya harga bbm turun, kalau kemarin saya lebih kesal lagi, sudah separuh mengantri ternyata dinyatakan habis, saya harus cari SPBU lagi,"katanya kepada ISTANANEWS Selasa (20/1).
Musri Karyawan SPBU di daerah Gaperta mengatakan, kondisi tersebut terjadi pada pagi kemarin," sebenarnya pasokan BBM mencukupi hingga 3 hari. Namun hari ini stok tersebut habis diserbu warga baik dari jenis premium dan pertamax. Sementara, solar masih tersedia di SPBU meski mulai menipis,"ujarnya.
Sementara Ucok karyawan di SPBU Padangbulan mengatakan bahwa pasokan kemarin masih punya 64 ton kalau normal bisa tiga hari, ternyata dari diturunkannya harga bbm konsumen nyerbu SPBU. "Habisnya jam 7 pagi tadi. Solar masih. Pertamax habis," ujar dia.
Ucok mengaku pihaknya masih memiliki stok dan akan segera dikirim hari ini. Ia memastikan hari ini SPBU tempat dia bekerja akan segera terisi kembali. "Ya tidak habis total, nanti kena sanksi. Harus ada stok. Jadi hari ini nanti pasti terisi lagi," ujarnya.
Sementara saat dikonfirmasikan kepada pihak Pertamina, eksternal asisten relation MOR I Pertamina Sumut Brasto Nugroho mengatakan bahwa tingkat konsumsi masyarakat sangat tinggi. Masyarakat menunggu beli setelah harga bbm turun.
"Karena pertamina tetap masukkan pasokan dimana normalnya order hari ini dikirim esok hari. Namun dalam kondisi khusus, memungkinkan order dan kirim di hari yang sama,"ujarnya.
Bahkan menurut Brasto mulai kemarin ditingkatkan penyaluran ke SPBU melebihi rata-rata normal harian. "Ini membuktikan konsumsi sangat tinggi, kita akan terus cek jika ada penambahan pasokan ditiap SPBU akan kita lanjuti,"pungkasnya.
Sementara menurut ekonom Sumut Gunawan Benjamin bahwa memang pada hari Senin disaat harga baru BBM diberlakukan, langsung banyak SPBU yang dipadati pembeli. Hal ini memicu antrian panjang dan banyak SPBU yang kehabisan stok dan terpaksa harus tutup. Ada dua faktor yang memicunya, pertama kebijakan menurunkan harga BBM dilakukan di hari Jum’at dan baru direalisasikan di hari Senin.
"Hal ini memicu SPBU tidak melakukan pembelian BBM untuk menghindari kerugian. Kedua masyarakat yang telah mendapatkan info penurunan harga BBM secara otomatis banyak yang menunda untuk membeli BBM. Alhasil apa yang dilakukan SPBU dan masyarakat sejalan. Ini yang membuat permintaan BBM menjelang akhir pekan kemarin relatif sepi,"katanya.
Namun masyarakat terus melakukan pembelian di SPBU setelah harga baru BBM berlaku. Hal ini wajar saja mengingat masyarakat kita sebelumnya yang tidak melakukan pembelian banyak di SPBU. Masyarakat berbondong-bondong membeli BBM terlebih hari senin merupakan hari pertama di pekan ini. Gambaran ini merupakan gambaran umum prilaku konsumsi.
"Yang paling penting adalah ketersediaan BBM itu sendiri. Penurunan harga BBM harus bisa diantisipasi oleh pemerintah maupun pengelola SPBU itu sendiri. Pemerintah dapat mengalokasikan BBM yang lebih banyak saat pertama kali BBM diturunkan. Sementara itu, guna menghindari lonjakan konsumen, sebaiknya SPBU membeli dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya guna menghindari ada masyarakat yang tidak kebagian BBM,"ujarnya.
Perlu kebijakan-kebijakan antisipatif agar meminimalisir kerugian di masyarakat. "Dan saya pikir ada banyak SPBU yang kurang mampu mengantisipasinya saat harga baru BBM diberlakukan,"pungkasnya.
Penurunan harga BBM jenis premium dan solar sempat berimbas pada kelangkaan BBM di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pantauan ISTANANEWS dibeberapa pom bensin nyaris kehabisan stok BBM pada Selasa (20/1). Misalnya daerah Gaperta, Menteng maupun Padangbulan, terlihat banyak warga yang mengantri. Dan ada juga yang kosong premium mulai pukul 09.00 WIB. Sehingga warga harus mencari lagi SPBU mana yang masih ada stok BBM.
Menurut Nova salah seorang mahasiswa di kota Medan yang sudah 25 menit mengantri di SPBU daerah Gaperta mengatakan sudah dua hari gadis berjilbab ini susah mendapatkan bbm.
"Ini yang kedua kalinya saya ngantri setelah diumumkannya harga bbm turun, kalau kemarin saya lebih kesal lagi, sudah separuh mengantri ternyata dinyatakan habis, saya harus cari SPBU lagi,"katanya kepada ISTANANEWS Selasa (20/1).
Musri Karyawan SPBU di daerah Gaperta mengatakan, kondisi tersebut terjadi pada pagi kemarin," sebenarnya pasokan BBM mencukupi hingga 3 hari. Namun hari ini stok tersebut habis diserbu warga baik dari jenis premium dan pertamax. Sementara, solar masih tersedia di SPBU meski mulai menipis,"ujarnya.
Sementara Ucok karyawan di SPBU Padangbulan mengatakan bahwa pasokan kemarin masih punya 64 ton kalau normal bisa tiga hari, ternyata dari diturunkannya harga bbm konsumen nyerbu SPBU. "Habisnya jam 7 pagi tadi. Solar masih. Pertamax habis," ujar dia.
Ucok mengaku pihaknya masih memiliki stok dan akan segera dikirim hari ini. Ia memastikan hari ini SPBU tempat dia bekerja akan segera terisi kembali. "Ya tidak habis total, nanti kena sanksi. Harus ada stok. Jadi hari ini nanti pasti terisi lagi," ujarnya.
Sementara saat dikonfirmasikan kepada pihak Pertamina, eksternal asisten relation MOR I Pertamina Sumut Brasto Nugroho mengatakan bahwa tingkat konsumsi masyarakat sangat tinggi. Masyarakat menunggu beli setelah harga bbm turun.
"Karena pertamina tetap masukkan pasokan dimana normalnya order hari ini dikirim esok hari. Namun dalam kondisi khusus, memungkinkan order dan kirim di hari yang sama,"ujarnya.
Bahkan menurut Brasto mulai kemarin ditingkatkan penyaluran ke SPBU melebihi rata-rata normal harian. "Ini membuktikan konsumsi sangat tinggi, kita akan terus cek jika ada penambahan pasokan ditiap SPBU akan kita lanjuti,"pungkasnya.
Sementara menurut ekonom Sumut Gunawan Benjamin bahwa memang pada hari Senin disaat harga baru BBM diberlakukan, langsung banyak SPBU yang dipadati pembeli. Hal ini memicu antrian panjang dan banyak SPBU yang kehabisan stok dan terpaksa harus tutup. Ada dua faktor yang memicunya, pertama kebijakan menurunkan harga BBM dilakukan di hari Jum’at dan baru direalisasikan di hari Senin.
"Hal ini memicu SPBU tidak melakukan pembelian BBM untuk menghindari kerugian. Kedua masyarakat yang telah mendapatkan info penurunan harga BBM secara otomatis banyak yang menunda untuk membeli BBM. Alhasil apa yang dilakukan SPBU dan masyarakat sejalan. Ini yang membuat permintaan BBM menjelang akhir pekan kemarin relatif sepi,"katanya.
Namun masyarakat terus melakukan pembelian di SPBU setelah harga baru BBM berlaku. Hal ini wajar saja mengingat masyarakat kita sebelumnya yang tidak melakukan pembelian banyak di SPBU. Masyarakat berbondong-bondong membeli BBM terlebih hari senin merupakan hari pertama di pekan ini. Gambaran ini merupakan gambaran umum prilaku konsumsi.
"Yang paling penting adalah ketersediaan BBM itu sendiri. Penurunan harga BBM harus bisa diantisipasi oleh pemerintah maupun pengelola SPBU itu sendiri. Pemerintah dapat mengalokasikan BBM yang lebih banyak saat pertama kali BBM diturunkan. Sementara itu, guna menghindari lonjakan konsumen, sebaiknya SPBU membeli dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya guna menghindari ada masyarakat yang tidak kebagian BBM,"ujarnya.
Perlu kebijakan-kebijakan antisipatif agar meminimalisir kerugian di masyarakat. "Dan saya pikir ada banyak SPBU yang kurang mampu mengantisipasinya saat harga baru BBM diberlakukan,"pungkasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar