Medan - Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan Presiden Jokowi pada pekan lalu, juga memberikan anngin segar pada penurunan tarif angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Sumatera Utara (Sumut).
Dikabarkan, Dinas Perhubungan Sumut akan mengusulkan penurun hingga 5 persen pada rapat evaluasi tarif AKDP dengan Organda, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dan Dinas Perhubungan kabupaten/kota, pada hari ini, Rabu (21/1).
Anthony Siahaan, Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Selasa (20/1) menyatakan, 5 persen penurunan tarif angkutan AKDP sudah signifikan dengan penurunan harga BBM yang baru diumumkan itu.
"Kalau menurut saya, 5 persen sudah cocok itu. Besok (hari ini-red) kita akan rapat untuk evaluasi tarif AKDP," ucap Anthony Siahaan.
Menurut Anthony, penurunan tarif angkutan AKDP sebesar 5 persen, sudah wajar dengan penurunan harga solar. Untuk saat ini, tarif angkutan AKDP adalah sebesar Rp141 km/penumpang.
"Sudah wajarlah kalau segitu, itukan diikuti berdasarkan penurunan harga solar," katanya.
Sementara itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut, berpendapat berbeda, mengenai penurunan tarif angkutan AKDP ini. Organda mengusulkan penurunan sebesar 3 hingga 4 persen dari harga sebelumnya.
Ketua Organda Sumut Haposan Sialagan mengatakan, usulan 3 hingga 4 persen itu, berdasarkan penghitungan mereka, dari penurunan harga BBM yang tidak diikuti dengan penurunan harga suku cadang.
Selain itu, menurut Haposan, Organda pusat menginstruksikan bahwa penurunan tarif angkutan AKDP tidak boleh di atas 5 persen.
"Pada rapat besok (hari ini-red) kami akan mengusulkan penurun sebesar 3 hingga 5 persen. Ini adalah instruksi Organda pusat. Dan perhitungan ini, berdasarkan penurunan harga BBM yang tak diikuti penurunan harga suku cadang," katanya.
Jemy
Dikabarkan, Dinas Perhubungan Sumut akan mengusulkan penurun hingga 5 persen pada rapat evaluasi tarif AKDP dengan Organda, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dan Dinas Perhubungan kabupaten/kota, pada hari ini, Rabu (21/1).
Anthony Siahaan, Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Selasa (20/1) menyatakan, 5 persen penurunan tarif angkutan AKDP sudah signifikan dengan penurunan harga BBM yang baru diumumkan itu.
"Kalau menurut saya, 5 persen sudah cocok itu. Besok (hari ini-red) kita akan rapat untuk evaluasi tarif AKDP," ucap Anthony Siahaan.
Menurut Anthony, penurunan tarif angkutan AKDP sebesar 5 persen, sudah wajar dengan penurunan harga solar. Untuk saat ini, tarif angkutan AKDP adalah sebesar Rp141 km/penumpang.
"Sudah wajarlah kalau segitu, itukan diikuti berdasarkan penurunan harga solar," katanya.
Sementara itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut, berpendapat berbeda, mengenai penurunan tarif angkutan AKDP ini. Organda mengusulkan penurunan sebesar 3 hingga 4 persen dari harga sebelumnya.
Ketua Organda Sumut Haposan Sialagan mengatakan, usulan 3 hingga 4 persen itu, berdasarkan penghitungan mereka, dari penurunan harga BBM yang tidak diikuti dengan penurunan harga suku cadang.
Selain itu, menurut Haposan, Organda pusat menginstruksikan bahwa penurunan tarif angkutan AKDP tidak boleh di atas 5 persen.
"Pada rapat besok (hari ini-red) kami akan mengusulkan penurun sebesar 3 hingga 5 persen. Ini adalah instruksi Organda pusat. Dan perhitungan ini, berdasarkan penurunan harga BBM yang tak diikuti penurunan harga suku cadang," katanya.
Jemy


Tidak ada komentar:
Posting Komentar