Serdangbedagai - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak hanya sekedar acar seremoni saja, akan tapi hendaknya dijadikan momentum untuk memperkuat iman dan memperkokoh ketaqwaan serta aqidah. Hal ini tentunya dapat kita jadikan juga sebagai tolak ukur umat manusia agar mampu melaksanakan syariat Islam dalam penghidupan sehari-hari sesuai ajaran dan petunjuk Nabi sekaligus perintah Allah SWT.
Hal ini yang dikemukakan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman saat memberikan sambutannya pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh SMK N 2 dan SMP 3 bertempat dilapangan SMK N 2 Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah, kemarin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pendidikan Joni Walker Manik, Kabag Humas Indah Dwi Kumala, Camat Sei Rampah Dimas Kurnianto, Al Ustadz Sulaiman, tokoh masyarakat, tokoh agama, para siswa/siswi dan undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan Bupati Soekirman Disamping memperkuat iman dan memperkokoh aqidah, peringatan Maulid Nabi juga bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan masyarakat dalam menjalani kehidupannya sekaligus untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan agar terjalin lebih erat. Selain itu perlu juga adanya rasa saling kompak, karena semua akan berdampak pada kemajuan pembangunan yang bermuara kepada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi tolak ukur bagi umat manusia agar mampu melaksanakan syariat Islam dalam penghidupan sehari-hari”ungkapnya.
Sementara itu dalam tausyiahnya Al Ustadz Sulaiman mengibaratkan komponen umat islam seperti lima jari. Jari-jari tidak akan menggenggam kuat bila tidak bersatu. Baik itu jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis maupun jari kelingking.
Jari-jari tersebut saling memegang peranan penting. Jari jempol merupakan ummat islam perumpamaan seorang pemimpin atau umaroh yang kuat. Jari telunjuk, diibaratkan orang kaya. Memiliki banyak harta namun konsisten mengeluarkan hartanya untuk islam. Jangan kaya, tapi sulit untuk bersedekah. Kemudian ada jari tengah yang bermakna netral yakni para ulama. Perumpamaan Jari manis, merupakan para pemuda. Semua harapan ummat islam, bangsa dan negera ini kembali ke pemuda. Dan yang terakhir kelingking ini ibarat perempuan dimana dibalik kesuksesan pria pasti ada wanita hebat dibelakangnya, ungkap Ustadz Sulaiman.
Budi Wijaya

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar