Medan - Tiongkok kembali menunjukan kegamangan pada perekonomiannya. Tiongkok diperkirakan akan mengalami deflasi. Dan jika itu terjadi, saya melihat potensi penurunan harga barang di Tiongkok ini sangat potensial menekan pertumbuhan ekspor Sumut. Fenomena deflasi ini jelas akan menimbulkan tekanan pada perekonomian Sumut.
"Sebaiknya pelaku bisnis bersiap untuk menghadapi hal tersebut. Tidak menggantungkan kepada tiongkok sebagai negara tujuan ekspor sangat bijaksana. Potensi AS yang digambarkan dengan mulai membaiknya sejumlah data perekonomian bisa menjadi salah satu alternatif untuk menggenjot pertumbuhan ekspor," ucap Benjamin Gunawan, Rabu (11/2/2015)
Ancaman perlambatan sejumlah negara tujuan ekspor Sumut perlu disikapi sejak dini. Jangan sampai terlambat mengantisipasi dan pangsa pasarnya diambil negara lain. Tahun 2015 meskipun tidak seburuk tahun 2014, namun bukan berarti pertumbuhan tersebut akan dinikmati oleh semua pengusaha Sumut.
Ancaman perlambatan dari negara lain menuerut Benjamin sangat krusial dan sangat potensi menekan kinerja perekonomian Sumut. Kontribusi ekspor terhadap PDRB diperkirakan akan flat dengan kecenderungan menurun bila tanpa diikuti dengan diversifikasi ekspor.
"Banyak sekali ketertinggalan yang terjadi pada perekonomian Sumut bila melihat sisi pertumbuhan industri hilir. Saya menilai kita minim kreatifitas dan inovasi untuk mengatasi masalah ketergantungan ekspor ini dalam jangka panjang," katanya.
Bisa dipastikan Sumut di tahun ini akan bergantung lebih banyak kepada konsumsi rumah tangga, dan investasi (itupun banyak limpahan proyek infrastsruktur pemerintah). Memang itu masalah krusial dan mendasar untuk menstimulus pembangunan di sektor lainnya.
Jemy
"Sebaiknya pelaku bisnis bersiap untuk menghadapi hal tersebut. Tidak menggantungkan kepada tiongkok sebagai negara tujuan ekspor sangat bijaksana. Potensi AS yang digambarkan dengan mulai membaiknya sejumlah data perekonomian bisa menjadi salah satu alternatif untuk menggenjot pertumbuhan ekspor," ucap Benjamin Gunawan, Rabu (11/2/2015)
Ancaman perlambatan sejumlah negara tujuan ekspor Sumut perlu disikapi sejak dini. Jangan sampai terlambat mengantisipasi dan pangsa pasarnya diambil negara lain. Tahun 2015 meskipun tidak seburuk tahun 2014, namun bukan berarti pertumbuhan tersebut akan dinikmati oleh semua pengusaha Sumut.
Ancaman perlambatan dari negara lain menuerut Benjamin sangat krusial dan sangat potensi menekan kinerja perekonomian Sumut. Kontribusi ekspor terhadap PDRB diperkirakan akan flat dengan kecenderungan menurun bila tanpa diikuti dengan diversifikasi ekspor.
"Banyak sekali ketertinggalan yang terjadi pada perekonomian Sumut bila melihat sisi pertumbuhan industri hilir. Saya menilai kita minim kreatifitas dan inovasi untuk mengatasi masalah ketergantungan ekspor ini dalam jangka panjang," katanya.
Bisa dipastikan Sumut di tahun ini akan bergantung lebih banyak kepada konsumsi rumah tangga, dan investasi (itupun banyak limpahan proyek infrastsruktur pemerintah). Memang itu masalah krusial dan mendasar untuk menstimulus pembangunan di sektor lainnya.
Jemy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar