Jaksa Agung Minta FKKBK Menjadi Mata, Telinga dan Lidah Adhyaksa - bbb
Headlines News :
Home » » Jaksa Agung Minta FKKBK Menjadi Mata, Telinga dan Lidah Adhyaksa

Jaksa Agung Minta FKKBK Menjadi Mata, Telinga dan Lidah Adhyaksa

Written By Unknown on Selasa, 06 Januari 2015 | 09.21

Medan - Forum Komunikasi Keluarga Besar Kejaksaan (FKKBK) mendapat perhatian khusus dari Jaksa Agung, HM Prasetyo. Ia meminta organisasi ini untuk menjadi mata, telinga dan lidah Adhyaksa dalam menjaga citra kejaksaan sebagai penegak hukum panutan masyarakat.
Hal itu disampaikan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam diskusi pemberantasan korupsi dengan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) FKKBK dan dewan redaksi fkkbknews.com, belum lama ini. 

Diskusi tersebut dihadiri Kapuspenkum Kejagung, Tony T Spontana, Wakil Sekjen FKKBK Angga Busra Lesmana, dua dewan redaksifkkbknews.com Lalu Gede Syamsul Mujahidin yang juga anggota Komisi VIII DPR-RI dan Natalis staf ahli Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan).

“Bapak Jaksa Agung sangat mengapresiasi FKKBK dan fkkbknews. Secara khusus beliau meminta FKKBK dan fkkbknews untuk menjadi mata, telinga dan lidah Adhyaksa dalam membangun serta menjaga citra kejaksaan sebagai penegak hukum panutan masyarakat,” sebut Ketua Umum DPN FKKBK Dody Yusuf Wibisono didampingi Wakil Sekjen Angga Busra Lesmana, Minggu (4/1/2015).

Sebagai Pembina Utama DPN FKKBK, ujar Doddy, Jaksa Agung HM Prasetyo meminta FKKBK dan fkkbknews terus memberikan citra positif kejaksaan di tengah masyarakat Indonesia. Selain itu, turut berperan serta menjadikan kejaksaan yang kokoh, solid dan kompak. 

“Kehadiran FKKBK dan fkkbknews menuntut insan Adhyaksa untuk semakin mampu menjaga diri dan institusi dari berbagai perbuatan tercela, sikap arogansi atau yang dapat menciderai citra kejaksaan di mata masyarakat. Menjaga dan meningkatkan citra positif kejaksaan, sejatinya bukan hanya melalui FKKBK dan fkkbknews semata, melainkan juga menjadi kewajiban seluruh komponen Adhyaksa,” ucap Jaksa Agung HM Prasetyo ditirukan Dody.

Jaksa Agung mengakui, saat ini kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan masih sangat rendah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh insan Adhyaksa sungguh-sungguh bekerja mengembalikan kredibilitas kejaksaan sebagai penegak hukum yang menjadi panutan masyarakat. Pihaknya akan menerapkan sistem "punishment and reward" dengan baik. Para jaksa yang memiliki prestasi akan mendapat reward, sebaliknya bila melakukan tindakan pelanggaran akan dijatuhi sanksi. 

"Kerja, perbaiki dan kembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan. Banyak yang akan kita lakukan, masalah korupsi dan tidak mengabaikan perkara lain. Semuanya harus ditangani," tegasnya.

Menurut Jaksa Agung, papar Doddy, banyak masalah yang dihadapi para jaksa dalam menangani perkara korupsi karena jumlah pengadilan yang sangat terbatas. "Dalam penyelesaian kasus tipikor, jaksa harus sidang di ibukota provinsi. Di Jawa tidak masalah. Tapi kalau bicara di Sulteng, apalagi Papua sangat jauh. Ini problem sendiri dalam upaya mempercepat penyelesaian perkara. Meski begitu, hal ini bukan alasan karena semuanya harus diselesaikan sebaik-baiknya sesuai hukum," kata Jaksa Agung Prasetyo dalam diskusi tersebut.

Jaksa Agung mengakui bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia sangat penting dilakukan untuk melakukan penegakan hukum, termasuk memberangus korupsi. “Peningkatan SDM harus berjalan terus menerus. Reformasi birokrasi harus terus berlanjut,” tukasnya.

Selain pemberantasan korupsi, tutur Doddy, diskusi juga membahas kebutuhan rumah dinas bagi para jaksa. Soalnya, banyak jaksa di daerah masih belum memiliki tempat tinggal dan terpaksa menyewa pemukiman penduduk. Padahal, jaksa membutuhkan ketenangan, ketelitian, kenyamanan dan keamanan dalam melaksanakan tugasnya. “Diskusi juga membahas kebutuhan rumah dinas jaksa yang mestinya ada di setiap Kejati, Kejari dan Cabjari,” jelas Doddy.

Di akhir diskusi itu, Jaksa Agung HM Prasetyo meminta FKKBK berkonsolidasi secara intens dengan Kejati-kejati dan Kejari-kejari di seluruh Indonesia guna menjalankan program kerja. Begitu juga dengan fkkbknews. Media online yang konsisten menjaga citra positif kejaksaan ini diminta menjalin koordinasi dengan Penkum-penkum di daerah yang terlebih dahulu harus berkoordinasi dengan Kapuspenkum selaku pembina. 

 
Jemy
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Blogger Themes Gallery

Copyright © 2015. bbb - All Rights Reserved
Template Created by My Blogger Templates Published by Free Blogger Templates

Proudly powered by Blogger