Serdangbedagai - Menjelang hari jadi Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) ke-11 tahun yang jatuh pada Rabu (7/1/15) esok, diisukan akan diwarnai aksi demo berbagai elemen masyarakat, yang mengkritisi dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh keluarga dari penguasa Sergai terhadap proyek-proyek yang ada di Dinas Bina Marga, PSDA, Kesehatan dan Dinas Tarukim.
Informasi yang berhasil diperoleh, selasa (6/1), ratusan Koalisi Pemuda Penyelamat Sergai, Desa Paya pasir Kecamatan Tebing Syahbandar dan MPC Pemuda Pancasila (PP) Sergai, akan menyemarakkan pesta rakyat Sergai, dengan berorasi secara bersamaan sekira pukul 10.00 WIB yang dimulai dari Kantor DPRD Sergei, lalu kemudian ke Kantor Bupati Serdang Bedagai di Sei Rampah, namun keduannya akan menyampaikan aspirasi yang berbeda.
Koalisi Pemuda Penyelamat Sergai, menuding adanya monopoli proyek dengan mengatasnamakan keluarga orang nomor satu di Kabupaten Sergai, dan bukan menjadi rahasia umum lagi, hampir seluruh proyek yang ada di dinas-dinas dikuasai dan dikerjakan oleh keluarga dari penguasa Sergai.
Selain itu, mereka juga akan menyoroti adanya dugaan manipulasi dalam tukar guling kantor Dinas Bina Marga yang berada di Kecamatan Perbaungan dengan Sekolah dasar (SD) yang berada disebelah kantor tersebut, yang diduga merugikan keuangan Negara.
Beda yang disampaikan oleh MPC PP Sergai, dalam hal ini PP hanya menyoroti tentang adanya dugaan manipulasi yang dilakukan oleh pengusaha obyek wisata Theme Park Pantai Cermin yang diduga, menjual karcis palsu pada malam Tahun Baru kemarin. Selain itu, diduga tanpa sepengetahuan Dinas PPKA harga yang dipatok dinilai mencekik leher.
Untuk itu, mereka meminta pihak kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut dugaan karcis palsu tersebut dan menyeret pengusaha Theme Park Pantai Cermin keranah hukum serta mengusut kemungkinan terlibatnya oknum Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Sergai.
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kakan Kesbangpollinmas) Sergai, Purba Siregar, saat ditanya seputar adanya aksi unjuk rasa pada HUT Sergai mendatang membenarkannya.
“Pihak kita sudah mendapatkan informasi tentang adanya aksi Demo pada hari tersebut, namun sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuannya” ucapnya.
Informasi yang berhasil diperoleh, selasa (6/1), ratusan Koalisi Pemuda Penyelamat Sergai, Desa Paya pasir Kecamatan Tebing Syahbandar dan MPC Pemuda Pancasila (PP) Sergai, akan menyemarakkan pesta rakyat Sergai, dengan berorasi secara bersamaan sekira pukul 10.00 WIB yang dimulai dari Kantor DPRD Sergei, lalu kemudian ke Kantor Bupati Serdang Bedagai di Sei Rampah, namun keduannya akan menyampaikan aspirasi yang berbeda.
Koalisi Pemuda Penyelamat Sergai, menuding adanya monopoli proyek dengan mengatasnamakan keluarga orang nomor satu di Kabupaten Sergai, dan bukan menjadi rahasia umum lagi, hampir seluruh proyek yang ada di dinas-dinas dikuasai dan dikerjakan oleh keluarga dari penguasa Sergai.
Selain itu, mereka juga akan menyoroti adanya dugaan manipulasi dalam tukar guling kantor Dinas Bina Marga yang berada di Kecamatan Perbaungan dengan Sekolah dasar (SD) yang berada disebelah kantor tersebut, yang diduga merugikan keuangan Negara.
Beda yang disampaikan oleh MPC PP Sergai, dalam hal ini PP hanya menyoroti tentang adanya dugaan manipulasi yang dilakukan oleh pengusaha obyek wisata Theme Park Pantai Cermin yang diduga, menjual karcis palsu pada malam Tahun Baru kemarin. Selain itu, diduga tanpa sepengetahuan Dinas PPKA harga yang dipatok dinilai mencekik leher.
Untuk itu, mereka meminta pihak kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut dugaan karcis palsu tersebut dan menyeret pengusaha Theme Park Pantai Cermin keranah hukum serta mengusut kemungkinan terlibatnya oknum Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Sergai.
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kakan Kesbangpollinmas) Sergai, Purba Siregar, saat ditanya seputar adanya aksi unjuk rasa pada HUT Sergai mendatang membenarkannya.
“Pihak kita sudah mendapatkan informasi tentang adanya aksi Demo pada hari tersebut, namun sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuannya” ucapnya.
Budi Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar