Serdangbedagai - Warga Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin saat ini merasa was was, pasalnya puluhan rumah warga yang berada persis dibibir pantai selat Malaka terancam tenggelam akibat abrasi air laut yang terus mendesak cepat.
"Bibir pantai saat ini sudah dekat sekali dengan pemukiman warga, bila hal ini dibiarkan terus tidak sampai 2 tahun air laut akan masuk kerumah warga"ungkap Zainal Kamal (53) salah seorang tokoh masyarakat Desa Bagan Kuala kepada wartawan dirumahnya,sabtu (17/1/2015). Dikatakan Zainal, sekitar 10 tahun lalu jarak bibir pantai dengan pemukiman warga sekitar 600 meter, namun akibat abrasi yang berkepanjangan menyebabkan jarak pemukiman rumah warga dengan bibir pantai saat ini tinggal 15 meter saja. Cepatnya abrasi laut menurut Zainal sudah menelan ratusan hektar yang dulunya eks tambak dan termasuk juga kawasan hutan lindung, padahal sebelum terjadinya abrasi, warga sini bisa menggunakan jalur pinggiran pantai untuk ke Desa sebelah seperti Desa Sialang Buah yang berjarak 3 kilometer dengan menggunakan sepeda motor, namun saat ini jalur tersebut sudah menjadi lautan. Sementara itu Kades Bagan Kuala Syafril menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun lalu hingga sekarang ada sekitar puluhan Kepala Keluarga yang pindah dan harus mengungsi jauh dari bibir pantai akibat abrasi ini.
"Dalam waktu 10 tahun saja kampung ini sudah termakan abrasi laut sejauh 600 meter, bagaimana sepuluh tahun kedepan" ucapnya.
Untuk itu, Syafril pun berharap adanya tindakan dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) untuk membangun tanggul pemecah ombak dipinggiran pantai, sehingga nantinya warga yang tinggal di pesisir pantai tidak merasa khawatir akan terjadinya abrasi yang dapat menenggelamkan rumahnya. Budi Wijaya
"Bibir pantai saat ini sudah dekat sekali dengan pemukiman warga, bila hal ini dibiarkan terus tidak sampai 2 tahun air laut akan masuk kerumah warga"ungkap Zainal Kamal (53) salah seorang tokoh masyarakat Desa Bagan Kuala kepada wartawan dirumahnya,sabtu (17/1/2015). Dikatakan Zainal, sekitar 10 tahun lalu jarak bibir pantai dengan pemukiman warga sekitar 600 meter, namun akibat abrasi yang berkepanjangan menyebabkan jarak pemukiman rumah warga dengan bibir pantai saat ini tinggal 15 meter saja. Cepatnya abrasi laut menurut Zainal sudah menelan ratusan hektar yang dulunya eks tambak dan termasuk juga kawasan hutan lindung, padahal sebelum terjadinya abrasi, warga sini bisa menggunakan jalur pinggiran pantai untuk ke Desa sebelah seperti Desa Sialang Buah yang berjarak 3 kilometer dengan menggunakan sepeda motor, namun saat ini jalur tersebut sudah menjadi lautan. Sementara itu Kades Bagan Kuala Syafril menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun lalu hingga sekarang ada sekitar puluhan Kepala Keluarga yang pindah dan harus mengungsi jauh dari bibir pantai akibat abrasi ini.
"Dalam waktu 10 tahun saja kampung ini sudah termakan abrasi laut sejauh 600 meter, bagaimana sepuluh tahun kedepan" ucapnya.
Untuk itu, Syafril pun berharap adanya tindakan dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) untuk membangun tanggul pemecah ombak dipinggiran pantai, sehingga nantinya warga yang tinggal di pesisir pantai tidak merasa khawatir akan terjadinya abrasi yang dapat menenggelamkan rumahnya. Budi Wijaya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar