Medan - Nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari
ini lebih baik dibandingkan dengan pergerakan Rupiah kemarin. Sejauh ini Rupiah menguat dikisaran 12.730 per US Dolar, sempat melemah dikisaran 12.810 per US Dolar pada sesi perdagangan siang. Tekanan Rupiah sedikit mereda seiring dengan memburuknya sejumlah data yang dirilis AS.
Dimana klaim pengangguran meningkat dari 279 ribu menjadi 304 ribu jiwa. Sementara itu data penjualan Ritel juga seidkit mengalami pemulihan menjadi -0.8% dibandingkan realisasi bulan sebelumnya dimana penjualan ritel mengalami penurunan -0.9%.
Selain itu, meredanya konflik Rusia dan Ukraina yang sepakat melakukan genjatan senjata juga berimbas positif pada meredanya tekanan sejeumlah mata uang di kawasan eropa. Dan disisi lain, terkait dengan Yunani, banyak ekonom yang meyakini bahwa Yunani tidak akan keluar dari zona eropa.
"Hal inilah yang mendasari kenapa US Dolar terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya. Walau demikian, yang perlu digaris bawahi adalah bahwa kesepakatan mengenai Bailout Yunani tidak tercapai dengan uni eropa. Hal inilah yang tetap membuat kekhawatiran tersendiri yang bisa membuat US Dolar kembali menguat dan kembali menekan Rupiah," ucap pengamat ekonomi Sumut, Benjamin Gunawan, Jumat (13/2/2015).
Menurut Benjamin, penguatan Rupiah saat ini diperkirakan akan berjalan sementara, hingga ada titik terang penyelesaian masalah Yunani. Rupiah tetap berpeluang terpuruk bila kondisi yang diharapkan dari Yunani atau justru ada peningkatan ketegangan antara Rusia dan Ukraina.
Selain itu cermati pula masalah politik dalam negeri. Sejauh ini Jokowi telah menyatakan tidak akan melantik Budi Gunawan menjadi Kapolri. Tentunya satu sisi memang bisa memberikan angin segar, setidaknya Presiden telah menyelesaikan satu perkara yang telah menjadi polemik belakangan ini.
"Namun dengan satu catatan jika tidak ada resistensi dari Budi Gunawan yang bisa memicu konflik lain yang bisa mengganggu iklim investasi domestik. Secara keseluruhan saya menilai posisi Rupiah masih belum aman, masih rentan dengan sejumlah isu yang berkembang nantinya," katanya.
Jemy
ini lebih baik dibandingkan dengan pergerakan Rupiah kemarin. Sejauh ini Rupiah menguat dikisaran 12.730 per US Dolar, sempat melemah dikisaran 12.810 per US Dolar pada sesi perdagangan siang. Tekanan Rupiah sedikit mereda seiring dengan memburuknya sejumlah data yang dirilis AS.Dimana klaim pengangguran meningkat dari 279 ribu menjadi 304 ribu jiwa. Sementara itu data penjualan Ritel juga seidkit mengalami pemulihan menjadi -0.8% dibandingkan realisasi bulan sebelumnya dimana penjualan ritel mengalami penurunan -0.9%.
Selain itu, meredanya konflik Rusia dan Ukraina yang sepakat melakukan genjatan senjata juga berimbas positif pada meredanya tekanan sejeumlah mata uang di kawasan eropa. Dan disisi lain, terkait dengan Yunani, banyak ekonom yang meyakini bahwa Yunani tidak akan keluar dari zona eropa.
"Hal inilah yang mendasari kenapa US Dolar terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya. Walau demikian, yang perlu digaris bawahi adalah bahwa kesepakatan mengenai Bailout Yunani tidak tercapai dengan uni eropa. Hal inilah yang tetap membuat kekhawatiran tersendiri yang bisa membuat US Dolar kembali menguat dan kembali menekan Rupiah," ucap pengamat ekonomi Sumut, Benjamin Gunawan, Jumat (13/2/2015).
Menurut Benjamin, penguatan Rupiah saat ini diperkirakan akan berjalan sementara, hingga ada titik terang penyelesaian masalah Yunani. Rupiah tetap berpeluang terpuruk bila kondisi yang diharapkan dari Yunani atau justru ada peningkatan ketegangan antara Rusia dan Ukraina.
Selain itu cermati pula masalah politik dalam negeri. Sejauh ini Jokowi telah menyatakan tidak akan melantik Budi Gunawan menjadi Kapolri. Tentunya satu sisi memang bisa memberikan angin segar, setidaknya Presiden telah menyelesaikan satu perkara yang telah menjadi polemik belakangan ini.
"Namun dengan satu catatan jika tidak ada resistensi dari Budi Gunawan yang bisa memicu konflik lain yang bisa mengganggu iklim investasi domestik. Secara keseluruhan saya menilai posisi Rupiah masih belum aman, masih rentan dengan sejumlah isu yang berkembang nantinya," katanya.
Jemy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar