Serdangbedagai-Perusahaan Listrik Negara ( PLN) kembali mengulah, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya listrik padam hingga 10 jam lamanya. Hal ini membuat warga kecewa dan mengecam pihak PLN sebab akibat pemadaman itu tak sedikit warga yang menggunakan jasa PLN itu harus merugi.
Seperti yang di utarakan Sayuti (40) warga Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah,pengusaha warnet ini mengaku PLN saat itu
mematikan listrik dari pukul 08:00 WIB hingga kembali normal pukul 18:00 WIB, pemadaman ini membuat ayah 4 anak ini harus menggunakan mesin genset
untuk melancarkan usaha warnetnya.
mematikan listrik dari pukul 08:00 WIB hingga kembali normal pukul 18:00 WIB, pemadaman ini membuat ayah 4 anak ini harus menggunakan mesin genset
untuk melancarkan usaha warnetnya.
“Dari pagi listrik padam dan kembali normal pada malam hari memang kadang sebentar hidup dan sebentar mati lagi, kita yang punya usaha warnet tidak mungkin bentar hidupkan genset lalu matikan lagi yang ada malah rusak
akibat tidak normal” ucap Sayuti.
akibat tidak normal” ucap Sayuti.
Sayuti pun meminta kepada pihak PLN agar kiranya melakukan pemberitahuan terlebih dahulu jika harus memadamkan listrik apa lagi dengan waktu yang panjang agar warga bisa mempersiapkan,dimana mau mengisi stok air atau
yang lainnya.
yang lainnya.
“Siapa yang tidak kesal listrik mati hampir seharian sedangkan jika kita telat bayar listrik kita sudah di denda bahkan langsung di putus, nah kalau listrik padam apa konfensasinya kepada konsumen” kesal sayuti.
Terkait hal tersebut kepala rayon PLN Sei Rampah Reigen CH Saragih saat di konfirnasi diruang kerjanya, rabu (14/1/2015) mengatakan pemadaman listrik hingga seharian dikarenakan adanya perbaikan gadu induk PLN di Tebing Tinggi hingga harus
memutuskan aliaran listrik mulai perbatasan Tebing Tinggi dan Kecamatan Teluk Mengkudu.
memutuskan aliaran listrik mulai perbatasan Tebing Tinggi dan Kecamatan Teluk Mengkudu.
Ragen pun mengakui kesalahannya yang tidak memberitahukan terlebih dahulu,menurutnya pemadaman tersebut dijadwalkan tidak sampai malam, namun karena lambat selesai hingga pemadaman sampai malam hari.
“Kita akui salah, selain ada perbaikan pada gardu, jumlah volt kita juga sudah di kurangi mulai dari 120 mega kini turun menjadi 70 mega dan untuk hari ini tidak ada pemadaman namun untuk dua atau tiga hari ke depan mungkin ada pemadaman kembali, memang kita tidak membertahukan sebelumnya” papar Ragen. (budiwijaya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar